bagaimana kabarmu sekarang sudah mempermalukanku di depan diriku sendiri?
sudah puas belum kamu buat aku menangis?
senang tidak rasanya sudah buat aku sedih dan tidak bisa move on?
bagaimana rasanya jadi tembok besar yang tidak bisa runtuh?
badanku sakit. aku sudah lari. bahuku sudah sakit membentur tembokmu.
masih gagal.
apa aku yang terlalu lemah?
atau aku ini manja?
bagaimana? apa kamu merasa hebat?
kamu.
kamu dan teman-temanmu. kamu dan penyesalanku.
kamu dan keterpaksaanku.
kamu dan kesombonganku di masa lalu.
kamu dan ke-naif-an ku
kamu dan keputusan-keputusanku
kalau aku bisa berpikir lebih baik, kamu mungkin tidak ada ya?
tapi kamu merasa sedih tidak? aku selalu meninggalkanmu begitu saja.
karena aku tidak tega melihatmu hanya sebagai benda mati. tanpa nilai.
aku menemuimu tanpa hati
aku berbicara denganmu tapi hatiku di tempat lain
kepalaku menoleh ke arah yang lain
aku dan harapan-harapanku
aku dan kamu yang aku sia-siakan
sedih tidak?
bahwa aku tidak akan puas denganmu
aku banyak bicara bohong padamu
bahkan aku masih berharap berbicara dengan yang lain
yang kamu paham, bahwa apapun bentukmu nanti, aku tidak bangga.
sedih tidak?
apa kita sama-sama tersakiti ya?
bisa tidak kita berteman lagi?
memulai dari awal lagi?
bisa tidak?